Perpustakaan Menjadi Kelas Kedua Mahasiswa

Perpustakaan merupakan jantung bagi perguruan tinggi. Karena di perpustakaan itulah tempatnya segala macam literatur dan referensi serta sumber informasi lainnya tersimpan. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan secara mandiri dari buku dan jurnal ilmiah yang ada di perpustakaan.

Seperti halnya yang terlihat di perpustakaan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Tiap hari, mahasiswa berbondong-bondong berkunjung untuk mencari pustaka makalah, karya ilmiah, dan sebagainya. Apalagi di perpustakaan FIK UIN Alauddin tersedia jaringan hotspot gratis.

“Perpustakaan telah menjadi kelas kedua bagi mahasiswa, jika terkadang ada waktu lowong, hal itu dimanfaatkan dengan berkunjung ke perpustakaan untuk pinjam buku, membaca, bahkan mencari inormasi lewat internet,” ujar Zaenal SHum, salah seorang pengelola perpustakaan FIK UIN Alauddin ketika ditemui reporter UIN Online, Jumat (10/06/2011).

Dalam catatan pengelola, rata-rata tiap hari sekitar 70-an mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan, itupun masih banyak yang tidak terdata.

Buku yang disediakan sebanyak 2.313 eksampler dan kurang lebih 500 karya ilmiah/skripsi dari mahasiswa yang menyelesaikan studinya di FIK.

Perpustakaan yang beroperasi dari pukul 08.00 hingga 16.00 ini tiap tahunnya menambah koleksi bukunya yang bersumber dari bantuan perpustakaan pusat serta bantuan dari tiap alumni.